waspadalah pada benjolan di payudara

hemm.. lagi blogwalking. Tiba2 sampe ke webpage ini. Ngebahas ttg payudara. Jadi inget, kira2 waktu kelas dua SMA dulu, I had those bumps on my boops. And I got the surgery hahaha. Tapi buat par aperempuan diluar sana, ada baiknya kita waspada sm tubuh kita. Coba yah itu diraba2 dulu payudara-nya. Bisa minta tolong sm pasangannya aja klo risih sm dokter. Tapi jgn dimuka umum.. hehehhe

Kanker payudara biasa dialami oleh wanita berusia 45-49 tahun hingga 50-54 tahun. Namun demikian, kanker ini juga dapat menyerang para wanita yang lebih muda. Umumnya kasus-kasus yang terjadi menunjukkan besar kanker rata-rata 2,5 cm. Ukuran kanker sangat mempengaruhi kesembuhan penyakit, semakin kecil ukuran kanker, semakin baik pula tingkat penyembuhannya. Begitupun sebaliknya, apabila ukuran kanker besar, akan semakin sulit pula penyembuhannya. Karena itu penting diketahui sejak dini tanda dan gejala pada kanker payudara. Gejala umum kanker ini adalah adanya benjolan di bagian payudara, keluar cairan dari puting, perubahan kulit atau puting, payudara menjadi asimetris dan munculnya rasa nyeri di sekitar payudara. Ditambahkan pula oleh Wee perlunya mewaspadai benjolan tanpa rasa nyeri. Meskipun umumnya benjolan payudara bukan akibat kanker, namun pendeteksian sejak dini adalah langkah terbaik untuk mencegah munculnya masalah yang lebih buruk.

Beberapa penyebab
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya benjolan di payudara, contohnya terjadi perubahan fibroadenosis, adanya infeksi atau peradangan, kista, fibroadenomas, papillomas atau kanker. Penyebab yang terakhir inilah yang harus diwaspadai karena apabila kondisinya sudah sedemikian parah, bisa menyebabkan Anda terpaksa kehilangan salah satu bagian tubuh paling vital itu.

Lantas, bagaimana cara mendeteksi benjolan pada payudara?

Ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengetahui secara dini apakah Anda mengidap kanker payudara atau tidak. Pendeteksian yang paling mudah adalah dengan cara memeriksa payudara sendiri (BSE), selain itu bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan klinis dan tes radiologi.

Kedua tes terakhir membutuhkan bantuan seorang profesional seperti dokter atau urolog. Untuk gampangnya, Anda bisa melakukan pemeriksaan mandiri dengan cara memeriksa sendiri kedua payudara setiap bulan. Kenapa harus setiap bulan? Maksudnya agar Anda dapat membandingkan tekstur dan regangan payudara Anda bulan ini dan bulan lalu untuk mengetahui adanya perubahan atau tidak. Teknik BSE ini selain lebih mudah juga berbiaya minimal dan merupakan cara paling nyaman bagi Anda.
Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah satu minggu setelah mestruasi terakhir selesai. Petunjuk penting yang harus diingat adalah pemeriksaan harus dilakukan secara sistematis. Pijit puting dengan lembut untuk memeriksa apakah ada cairan yang keluar, juga jangan lupa memeriksa lekukan ketiak.

Apabila pada saat Anda memeriksa payudara terasa ada gumpalan, periksa lagi sambil berbaring dan lakukan sekali lagi dalam 1-2 hari. Jangan panik! Adanya tonjolan bukan berarti 100% Anda menderita kanker, ini juga terjadi pada mereka yang normal di saat mestruasi, wanita hamil atau menyusui, atau pada wanita usia muda.

Published in: on June 13, 2006 at 9:38 am Leave a Comment